Selain Luwak, Simak 4 Hewan penghasil kopi enak!

Tips Cara Menyipan Kopi yang Benar
18 Februari 2019
14 November 2020

id=”attachment_9039″ align=”alignnone” width=”169″] hewan penghasil kopi enak[/caption]

Hewan penghasil kopi enak selama ini yang sering kita dengar adalah kopi luwak. ternyata ada beberapa hewan lain yang juga menghasilkan kopi enak. Hewan tersebut menyukai kopi masak yang berwarna merah. pernahkah mencoba salah satunya?


1. Civet Cat Poop Coffee (Kopi Luwak)
Kopi luwak pertama kali ditemukan di Indonesia yang kini telah diproduksi di Filipina, Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi dan Timor Timur. Kopi ini berasal dari musang Indonesia yang masuk dalam keluarga Viverridae dan banyak dijumpai di Asia. Para luwak ini memakan biji kopi merah. Lalu kopi akan keluar seperti butiran kacang usai dicerna melalui proses fermentasi di perut luwak. kotoran luwak ini kemudian dipanen, dicuci, lalu dikeringkan lalu di sangrai.


2. Monkey Poop Coffee (Kopi Monyet)
Kopi monyet ini terkenal di Chikmagalur, India. Perkebunan kopi sengaja diletakkan dekat dengan hutan yang dekat dengan habitat alami monyet.Monyet dari jenis Rhesus cenderung suka mencari biji kopi yang paling matang dan paling manis yang berkualitas tinggi dari setiap tanaman. Mereka akan mengunyahnya sebelum kembali memuntahkannya. Nantinya ludah kopi yang dimuntahkan monyet akan secepatnya dipanen dan dibilas sebelum diproses menuju tahap lebih lanjut.


3. Black Ivory/Elephant Poop Coffee (Kopi Gajah)
Kopi gajah yang sangat terkenal bernama Black Ivory yang merupakan perusahaan kopi yang ada di Golden Triangle Asian Elephant Foundation di Chiang Saen, Thailand Utara. Proses pembuatan kopi ini sama persis dengan Kopi luak yang memanfaatkan kotorannya untuk diolah. Biji kopi yang berwarna merah dicampurkan dengan makanan lainnya seperti pisang dan nasi sebagai menu makanan diet seimbang. Ketika sang gajah mulai buang air besar, maka para petani kopi bersiap untuk memanen sisa kopi yang terbuang bersama kotoran yang dikeluarkan.


4. Wild Bat Shit Coffee (Kopi Kelelawar)
Kelelawar dari spesies Artibeus Jamaicensis mendiami hutan di sekitar kebun kopi di wilayah selatan Brunca, Kosta Rika. Kelelawar ini akan mengunyah secara perlahan biji kopi yang baik. Mereka akan menggunakan giginya yang tajam untuk merobek kulit luar untuk mendapatkan gula yang terkandung di dalamnya.Ceri yang dikonsumsi akan berinteraksi dengan asam lambung dari para kelelawar dan menghasilkan kualitas kopi yang sangat baik. Setelah kotoran dikeluarkan, sisa biji kopi tersebut langsung diolah melalui proses yang panjang.


5. Bird Poop Coffee (Kopi Burung)
Kopi burung ini pertama kali dipanen di peternakan Henrique Sloper di Camocim, Brasil. Henrique Sloper mendapatkan ide pada 2009 pagi hari ketika ia melihat invasi burung di kebun kopinya. Ia menyaksikan burung-burung tersebut melahap biji kopi berwarna merah seperti ceri yang lezat dan matang. Melihat hal tersebut, Sloper langsung berinisiatif untuk mengolah kotoran burung tersebut menjadi kopi eksklusif dengan cita rasa yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh bantuan? Chat kami