PBKo Hama yang Menurunkan Kualitas Kopi

Pemuda Agen Perubahan Desa Cipeuteuy
18 Mei 2019

Kumbang Penggerek Buan Kopi (PBKo) Hypotenemus hampei mengalami metamorfosis sempurna yaitu dari telur menjadi larva lalu pupa kemudian dewasa. telur berbentuk elips, putih transparan, dan berwarna kekuningan ketika menetas. Ukuran telur 0.52-0.69mm. larva membentuk huruf C, tidak bertungkai, memiliki kepala yang jelas dan berwarna putih. Panjang larva sekitar 1,88-2.30mm. Pre pupa mirip larva, hanya bentuknya cekung dan berwarna putih susu.  Ukurannya bervariasi antara 1,84-2,00mm. Kumbang dewasa berwarna hitam kecoklatan. Betina berukuran lebih besar daripada jantan yaitu sekitar 1,7-0,7mm sedangkan jantan 1,2-0,7mm. Betina akan bertelur 35-50 butir selama hidupnya dan akan menetas 33-46 butir (92%) menjadi betina. Siklus hidupnya sekitar 24-45 hari. Kumbang betina dapat bertahan selama 190 hari dan jantan 40 hari. Kumbang betina yang telah kawin akan keluar mencari buah kopi baru untuk meletakan telur. kumbang dapat bertahan sampai kopi menjadi hitam bahkan telah jatuh ke tanah. jika tidak dikendalikan 1 ekor betina dalam satu tahun bisa menghasilkan keturunan sampai 100.000 ekor.

PBKo ini menyerang semua jenis kopi. ada dua tipe kerusakan yang akan muncul yaitu gugur buah muda dan kehilangan hasil panen dari segi kualitas maupun kuantitas. Serangan pada buah kopi yang masih lunak menjadikan buah tidak berkembang, menguning, dan gugur. Sedangkan jika menyerang buah yang sudah keras berakibat pada penurunan mutu karena berlubang. biji kopi cacat sangat berpengaruh terhadap  susunan senyawa kimianya terutama kafein dan gula pereduksi yang akan mempengaruhi rasa.

Pengendaliannya dapt dilakukan dengan pemupukan sesuai jadwal dan dosis agar memicu waktu perbungaan seragam sehingga dapat memutus siklus hidup PBKo. Pengendalian gulma setelah panen juga penting agar memudahkan membersihkan buah kopi yang jatuh.  Pemangkasan penaung agar tidak terlalu secara rutin untuk mengurangi kelembaban dan meningkatkan intensitas cahaya yang masuk sehingga menciptakan lingkungan yang kurang cocok bagi PBKo berkembang. Petik bubuk yaitu memetik semua kopi yang terserang, rampasan/racutan memetik semua kopi setelah selesai masa panen, dan lelesan mengumpulkan buah yang jatuh dan d kubur, dilakukan agar mencegah PBKo. Bisa juga menggunakan perangkap atau insektisida alami aupun buatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh bantuan? Chat kami